Batman dan Tenaga Besar Komik

                             Batman dan Tenaga Besar Komik


Pada 20 juli 2012 lalu sebuah kejadian mengerikan meledak di gedung bioskop Aurora,di kota Denver Colorado Amerika Serikat.James holmes tiba-tiba menembakkan senapanya ke ratusan orang yang sedang menyaksikan pemutaran perdana film
BATMAN –the dark knight rises karya sutradara Christopher Nolan, puluhan orang terluka tiga di antaranya warga negara Indonesia, dan belasan orang meninggal dunia. Menurut pengakuan James ia terpengaruh oleh Karakter joker dalam film-film Batman











Joker adalah tokoh perusak yang lihai,pembunuh yang pintar,penjahat yang berotak brilian musuh bebuyutan Batman. Meski dalam seri
BATMAN –the dark knight rises si keji joker itu sudah tidak ada,dan di gantikan oleh si manusia bertopeng Bane, karakter joker tetap melekat pada diri James. Pemuda ini memang menghayati kehidupan joker sampai ke dasar hatinya. Semua film Batman ia tonton.Bahkan semua komik Batman karya Bob Kane itu sudah ia baca, dengan demikian karakter joker sudah melekat dalam diri James jauh sebelum film tentang Batman di tontonnya . Film tentang Batman memang bersumber dari komik Batman yang di terbitkan DC comics sejak 1939.

Sampai di sini kita akhirnya terpana oleh sugesti sebuah komik . Betapa komik bisa begitu kuat berpengaruh pada kehidupan manusia terutama remaja dan anak muda.Betapa komik itu mampu menyedot perhatian,dan sekaligus mengaduk-aduk hati dan pikiran para pembacanya .pengamat komik Arswendo Atmowiloto pernah mengerucutkan keterpanaan ini dalam sebuah kesimpulan:”Komik adalah sastra dalam gambar.”
Apa bila sastra[kata-kata] adalah kekuatan besar yang mempengaruhi pikiran orang,dan apabila gambar adalah kekuatan hebat yang memberikan contoh visual ihwal prilaku, apa yang terjadi apa bila dua kekuatan itu bersatu padu?
Kembali ke Batman , komik terbukti memiliki tenaga besar untuk mempengaruhi siapa saja dan kapan saja,Sampai akhirnya menjadi ilham utama bagi dunia film.